Hubungan antara Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah dengan Konsumsi Protein Hewani di RSU Karsa Husada

Ririn Triwidiasti, Feriana Ira Hardian, Risna Yekti Mumpuni

Abstract


Pregnant women really need good nutrition, especially consumption of animal protein for fetal growth so as not to experience obstacles and give birth to babies with normal birth weight. perinatology of Karsa Husada General Hospital. The sample in this study was taken using puposive sampling as many as 40 repondentsres. Correlation test using Pearson's product moment. This study showed that most (67.5%) mothers consumed animal protein in the low category during pregnancy and (52.5%) the babies were born with a baby weight of <2500 g. The results of the analysis using the Spearman rank test showed that the value of p = 0.01 or p < 0.05 and the value of r = -.623 showed a strong correlation and had a negative direction, meaning that the higher consumption of animal protein in the mother, the incidence of LBW will be lower. From the results of the study, it can be recommended for pregnant women to consume good nutrition, especially consumption of animal protein during pregnancy for fetal growth and give birth to babies with normal birth weight


Keywords


low birth weight (LBW) babies, protein consumption of pregnant mother

Full Text:

PDF

References


Agustina, S. A., & Barokah, L. (2018). Derminan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Silvia. 8 (November), 143–148.

Cahyani, W. (2014). Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Umur, Paritas, Dan Kadar Hemoglobin Pada Maternal Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Di RS Dr. Oen Surakarta Tahun 2014 (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Di, R., Sundari, R. S. U., & Tahun, M. (2016). Krakteristi Ibu Yang Melahirkan Bayi Berat Badan Lahir Rendah Di RSU Sundari Medan Tahun 2016.

Ernawati, A. (2018). Hubungan usia dan status pekerjaan ibu dengan kejadian kurang energi kronis pada ibu hamil relationship age and occupational status with chronic energy deficiency in pregnant woman. XIV(1), 27–37.

Hartiningrum, I., & Fitriyah, N. (2016). Bayi Berat Lahir Rendah ( BBLR ) Di Provinsi Jawa Timur Tahun 2012-2016. 97–104.

Hartiningrum, I., & Fitriyah, N. (2018). Bayi berat lahir rendah (BBLR) di Provinsi Jawa Timur tahun 2012-2016. Jurnal Biometrika Dan Kependudukan, 7(2), 97–104.

Haryanto, C. P., Pradigdo, S. F., & Rahfiluddin, M. Z. (2017). Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Kabupaten Kudus (Studi di Wilayah Kerja Puskesmas Undaan Kecamatan Undaan Kabupaten Kudus Tahun 2015). Jurnal Kesehatan Masyarakat (Undip), 5(1), 322–331.

Idealistiana, L. (2018). Hubungan Status Gizi Ibu Hamil Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah. 1(1), 17–24.

Indonesia, B. (2015). BBLR Dalam Angka.

Khoiriah, A. (2017). Hubungan Antara Usia dan Paritas Ibu Bersalin dengan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang. Jurnal Kesehatan, 8(2), 310–314.

Kristiyanasari, W. (2010). Gizi Ibu Hamil. Nuha Medika.

Mitayani, S. (2010). Buku Saku Ilmu Gizi. Jakarta: Trans Info Med.

Pantiawai, I. (2010). BAYI dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah). Yogyakarta:Nuha medika.

Rajashree, K. (2015). Study On The Factors Associated With Low Birth Weight Among Newborns Delivered In A Tertiary-Care Hospital, Simoga, Karnataka. 4, 1287–1290.

Rantung, F. A. (2015). Pancaran Kasih GMIM Manado.

Riskiyanti, R. (2020). Hubungan Tingkat Asupan Makronutrien (Energi, Protein, Lemak, Karbohidrat) Pada Ibu Hamil Dengan Kejadian BBLR Di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya. Poltekkes Kemenkes Surabaya.

Rosha, B. C., Kumala Putri, D. S., Putri, S., & Yunita, I. (2013). Determinan Status Gizi Pendek Anak Balita dengan Riwayat Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) di Indonesia (Analisis Data Riskesdas 2007-2010). Indonesian Journal of Health Ecology, 12(3), 80651.

Sari, M. R. (2017). Hubungan Status Gizi Ibu Hamil Dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) RSIA Mutia Sari Kecamatan Mandau 4 Januari 2017. XI(74), 229–236.

Septiani, R. (2015). Faktor maternal pada kejadian berat badan lahir rendah (BBLR) di Indonesia (analisis data Riskesdas 2013).

Susanti, A., Rusnoto, R., & Asiyah, N. (2013). Budaya Pantang Makan, Status Ekonomi, Dan Pengetahuan Zat Gizi Ibu Hamil Pada Ibu Hamil Trimester III dengan Status Gizi. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, 4(1).

Umaroh, R., & Vinantia, A. (2018). Analisis Konsumsi Protein Hewani pada Rumah Tangga Indonesia. Jurnal Ekonomi Dan Pembangunan Indonesia, 22-32., 22–32. https://doi.org/10.21002/jepi.v0i0.869

WHO, W. (2022). Low birth weight (in thousands). https://www.who.int/data/gho/data/indicators/indicator-details/GHO/low-birth-weight-(in-thousands)




DOI: http://dx.doi.org/10.36565/jab.v12i1.515

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Baiturrahim Jambi
Jl. Prof. M. Yamin, SH No.30, Lebak Bandung-Jambi | Telepon: 0741-33030 | email: jab.stikba@gmail.com

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional